Bagaimana Sikap Muslimah Dalam Menanggapi Berita Hoax atau bukan Hoax

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Perkenalkan nama saya Melza Novia, Kelas 12 AKL 1. Asal sekolah SMKN 11 Jakarta Barat.

Pada hari ini saya akan menuliskan artikel yang bertema : Bagaimana Sikap Muslimah Dalam Menanggapi Berita Hoax atau bukan Hoax



Sebelum itu saya mau nanya dulu nih kepada teman-teman semuanya. Apasih berita hoax itu?
yapss bener, berita hoax itu adalah berita yang palsu maksudnya itu berita yang tidak pasti atau tidak benar. Waduh serem juga ya, kalau kita kemakan berita hoax. Yaps bener guys, kita harus waspada di zaman sekarang ini. Zaman yang canggih dengan teknologi ini selalu waspada agar tidak menimbulkan efek negatif. Didalam agama islam saja. ALLAH SWT . Melarang kita untuk menyebarkan berita bohong atau menakuti nakuti semua makhluk. Nah mangkanya itu sebelumnya kita harus banget tuh pelajari TABAYYUN. Apa tuh TABAYYUN itu?. Pada tau ga guys, TABAYYUN itu seperti apa?

Oke aku kasih tau ya guys. Alasan pentingnya tabayyun dalam menerima berita adalah untuk menghindari dari kegiatan yang asal membagikan berita palsu. Berita palsu merugikan masyarakat. Masyarakat menjadi was-was ketika ada berita yang menakutkan, padahal belum terbukti kebenarannya. Terkadang orang lebih ingin mempercayai berita palsu daripada mencari fakta-fakta kebenarannya. Bisa saja berita palsu dibuat hanya karena ingin menghancurkan wibawa seseorang atau ingin usaha seseorang gagal.


Banyaknya berita hoax yang menyebar di berbagai media tidak lepas dari peran dari pembuat berita palsu yang terorganisir. Hal seperti ini harus diperhatikan oleh masyarakat agar tidak salah memahami. Tidak jarang ujaran kebencian menjadi sebuah tren dalam membuat berita hoax. Ujaran kebencian yang telah menyebar di masyarakat menjadi motivasi adu domba. Karena seringkali, ujaran kebencian dikaitkan dengan persoalan SARA, sehingga mudah terbawa emosi. Yang awalnya tidak ada perselisihan akhirnya terjadi perselisihan.

Di akhirat kelak, pertanggung jawaban yang diminta oleh Allah tidak hanya kepada pembuat berita saja, namun juga siapa yang menyebarkannya. Allah lberfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang datang membawa berita bohong itu adalah golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa perbuatan mereka itu membawa akibat buruk bagi kamu, bahkan itu adalah membaikkan. Setiap orang akan mendapat hukuman dari sebab dosa yang dibuatnya itu. Dan siapa yang mengambil bagian terbesar akan mendapat siksaan yang besar pula” (Q.S An-Nur [24] : 11)

Allah lberfirman, “Mengapa setelah mendengar berita-berita bohong itu orang-orang yang beriman, baik laki-laki ataupun perempuan, tidak meletakkan sangka yang baik terhadap dirinya, mengapa tidak mereka katakan bahwa berita ini adalah bohong belaka?” (Q.S An-Nur [24] : 12)

Allah lberfirman, “Ketika kamu sambut berita itu dari lidah ke lidah, kamu katakan dengan mulutmu perkara yang sama sekali tidak kamu ketahui, kamu sangka bahwa cakap-cakap demikian perkara kecil saja. Padahal dia adalah perkara besar pada pandangan Allah” (Q.S An-Nur [24] : 15)

Apabila mendengar berita dari mulut ke mulut maka harus dilakukan tabayyun. Jangan sampai hanya mendengar gosip, kemudian langsung percaya saja. Melainkan perlu bukti yang nyata.Diteliti terlebih dahulu agar nantinya tidak menyakiti hati seseorang. Dengan belajar dari kisah Aisyah i dapat diambil hikmahnya bahwa akal sehat harus digunakan dengan sebaik-baiknya.

Semoga dengan tulisan ini, Pembaca semakin bijak dalam menanggapi berita. Karena berita bohong mudah dibuat dan mudah disebar. Apalagi di masa sekarang terdapat teknologi yang canggih seperti gadget yang membuat berita menyebar semakin cepat. Jika tidak berhati-hati dalam menelusuri berita dan ikut menyebarkan berita tanpa mengetahui fakta yang sesungguhnya, maka pertanggung jawabannya akan dimintai oleh Allah.


Sekian dari saya, dan saya minta maaf atas segala kekurangan dalam tulisan saya.

SIlahkan dikomen ya guys

Saya ucapkan syukron Jazakallahu Khairan 

Wa'alaikumussalaam Warrahmatullahi Wabarakatuh



Komentar

Posting Komentar